Berita Tasikmalaya, tasik.id – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menerima ratusan Guru Madrasah yang tergabung dalam Persatuan Guru Madrasah (PGM) saat menggelar aksi unjuk rasa di halaman Balekota Tasikmalaya, Senin (26/1/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan penolakan terhadap kebijakan pengangkatan pegawai Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG). Menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026 mendatang.
Para guru menilai kebijakan tersebut tidak adil dan melukai rasa keadilan. Mengingat banyak Guru Madrasah yang telah mengabdi puluhan tahun, namun hingga kini belum mendapatkan kesempatan yang sama untuk diangkat menjadi PPPK. Sementara itu, pegawai SPPG dinilai lebih mudah mendapatkan status ASN PPPK meski masa pengabdiannya relatif singkat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Diky Chandra menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak memiliki kewenangan langsung terkait kebijakan pengangkatan PPPK. Namun demikian, ia menyatakan siap menyampaikan aspirasi para guru kepada pemerintah di tingkat yang lebih tinggi.
“Saya turut merasakan, ayah saya seorang guru. Tapi kami pemerintah daerah, apalagi saya hanya sebagai wakil wali kota, tidak dapat berbuat banyak. Namun saya akan menyampaikan aspirasi teman-teman semua,” ujar Diky saat berdiri di atas mobil komando massa aksi, yang disambut riuh para pengunjuk rasa.
Ketimpangan Guru Madrasah dengan SPPG jadi PPPK
Sementara itu, Sekretaris PGM Kota Tasikmalaya, Arip Ripandi, menyampaikan bahwa aksi tersebut tidak ditujukan untuk menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun keberadaan SPPG.




Comment