Angka tersebut menunjukkan bahwa pelayanan sosial berjalan melalui kolaborasi lintas level pemerintahan, baik pusat maupun daerah.
Penguatan Jejaring Sosial Jadi Kunci
Selain anggaran, penguatan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) juga menjadi perhatian. Saat ini, Kota Tasikmalaya memiliki empat pekerja sosial profesional yang didukung jejaring luas, mulai dari TKSK, PSM, LK3, UPTD PPA, hingga lembaga kesejahteraan sosial non-pemerintah.
“Pelayanan sosial yang kuat bukan hanya soal anggaran, tetapi juga soal ekosistem,” tambah Diky.
Peran Data DTSEN untuk Ketepatan Sasaran
Pemkot Tasikmalaya melalui Dinas Sosial juga terus memperkuat validitas data melalui sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Proses verifikasi dan pemutakhiran data dilakukan secara berkala agar bantuan sosial tepat sasaran.
Peran operator kelurahan melalui sistem SIKS-NG menjadi krusial, karena data dihimpun dari tingkat paling dekat dengan masyarakat sebelum diverifikasi hingga ke tingkat pusat.
Hadirkan Negara di Tengah Masyarakat
Diky menegaskan, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan sosial harus hadir secara utuh, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
“Terima kasih kepada Sentra Terpadu Pangudi Luhur dan Kementerian Sosial RI. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan sosial,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPD RI Alfiansyah Bustomi, Kepala Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi,jajaran DPRD Kota Tasikmalaya, serta sejumlah tamu undangan lainnya.











Comment