Ia menegaskan, di era baru Tasikmaju, PMII dituntut mampu berimprovisasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan ruang digital. Namun demikian, nilai transendensi PMII harus tetap dijaga melalui dzikir, pikir, dan amal saleh sebagai pedoman gerak organisasi.
Menurutnya, PMII memiliki peran strategis sebagai kekuatan sosial dalam memberikan sumbangsih gagasan-gagasan strategis bagi pembangunan daerah. Selain itu, PMII juga diharapkan mampu menjalankan fungsi kontrol sosial yang konstruktif terhadap kebijakan pemerintahan.
“Ruang kritis PMII harus tetap hidup, terutama ketika ada kebijakan yang dinilai menyimpang. Kontrol yang dilakukan harus bersifat membangun demi terwujudnya pemerintahan dan pembangunan yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan kepengurusan baru ini, PC PMII Kota Tasikmalaya diharapkan semakin solid dalam mengawal nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemahasiswaan. Serta mampu berkontribusi aktif dalam menyongsong era baru Tasikmalaya yang maju.(iqbal)




Comment