Ia mengungkapkan, sebelumnya sempat ada laporan terkait sejumlah restoran yang masih mempekerjakan karyawan pria saat waktu salat Jumat berlangsung. Pihaknya telah memberikan teguran dan imbauan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Karena itu, kami turunkan petugas perempuan untuk mengingatkan secara persuasif agar pelaku usaha memberikan ruang ibadah bagi karyawannya,” tambahnya.
Diky berharap, ke depan kegiatan serupa dapat melibatkan lebih banyak unsur perempuan, seperti penjaga keamanan sekolah wanita, Pramuka, hingga Polisi Wanita (Polwan). Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga citra Tasikmalaya sebagai Kota Santri.
“Namun di sisi lain, Tasikmalaya juga tetap menjadi kota event yang kaya akan seni, budaya, prestasi olahraga, UMKM. Hingga agroindustri yang terus berkembang dan menghiasi Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.(iqbal)



Comment