Diky juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan dunia pertanian, mengingat dirinya dikenal sebagai penulis serial Kabayan, yang identik dengan kehidupan petani di Jawa Barat.
“Saya tidak menduga bisa melihat langsung praktik pertanian milenial seperti ini. Keyword-nya adalah anak muda dan kreativitas, dan itu sangat membahagiakan,” ungkapnya.
Ke depan, Diky berkomitmen untuk mencari peluang pengembangan sektor pertanian di Kecamatan Bungursari dan wilayah lain di Kota Tasikmalaya. Baik melalui dukungan anggaran pemerintah maupun non-pemerintah.
Selain pertanian, ia juga menyoroti potensi kerja sama pengelolaan perikanan air tawar yang dikelola pihak swasta. Dan dinilai dapat dikolaborasikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Lingkup usaha pertanian dan perikanan harus saling terhubung agar manfaat program MBG bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kota Tasikmalaya. Khususnya untuk pengadaan telur, cabai, tomat, hingga lele,” pungkasnya.




Comment