Berita Tasikmalaya, tasik.id – Anggota MPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, melaksanakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di daerah pemilihan (Dapil) Kota dan Kabupaten Tasikmalaya serta Garut, pada 7 Februari 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Husein menegaskan bahwa Pancasila memiliki peran sentral sebagai pilar utama dalam menjaga keberagaman agama dan budaya di Indonesia.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi, baik dari segi agama, suku, budaya, bahasa, hingga adat istiadat. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan bangsa yang tidak dimiliki semua negara.
“Keberagaman adalah anugerah sekaligus kekuatan bangsa. Namun jika tidak disikapi dengan bijaksana, perbedaan juga berpotensi menimbulkan konflik,” ujarnya.
Keberagaman sebagai Identitas Bangsa
Indonesia mengakui enam agama resmi, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Selain itu, terdapat ratusan suku bangsa dengan tradisi dan kebudayaan yang beragam, yang terbentuk melalui sejarah panjang serta interaksi antarbangsa sejak masa lampau.
Husein menekankan bahwa keberagaman agama dan budaya merupakan identitas nasional yang harus dijaga dan dilestarikan. Sikap saling menghormati serta toleransi antarumat beragama dan antarkelompok masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila sebagai Pilar Keberagaman
Ia menjelaskan, Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa mengandung nilai-nilai luhur yang mampu menjadi pedoman hidup bersama di tengah perbedaan.
Setiap sila dalam Pancasila, kata dia, memuat prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun kehidupan yang rukun dan damai.
“Pancasila bukan hanya simbol negara, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Implementasi Nilai Pancasila
Penerapan nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, di antaranya:








Comment