Program pasar murah tersebut diharapkan mampu menekan harga kebutuhan pokok serta membuka ruang promosi bagi produk UMKM lokal.
Target Setiap Kecamatan Punya “POT” Pasar Online
Lebih jauh, Diky menekankan agar hasil Musrenbang tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar terealisasi di setiap kecamatan.
“Harapannya, saya ingin tahu seperti apa larinya hasil Musrenbang ini. Minimal tiap kecamatan ada semacam program konkret yang dilakukan,” ujarnya.
Ia pun menggagas konsep “POT” atau pasar online Tasikmalaya di setiap kecamatan sebagai wadah pemasaran produk lokal berbasis digital.
“Dulu SMK 1 bisa menghasilkan Rp30 sampai Rp90 juta per bulan dari buka lapak, tanpa membuat produk sendiri, hanya reseller. Nah, kalau tiap kecamatan punya POT, itu bisa jadi pasar online Tasik. Bisa bersaing antar-POT. Nanti ada POT utama, POT Kota Tasikmalaya,” jelasnya.
Menurut Diky, POT ini dapat menjadi pasar alternatif bagi produk-produk UMKM di setiap kelurahan dan kecamatan, sehingga perputaran ekonomi lokal semakin kuat dan terintegrasi.
Musrenbang Dinas KUMKM Perindag ini menjadi momentum strategis dalam merancang penguatan sektor UMKM dan perdagangan Kota Tasikmalaya, khususnya menghadapi tantangan ekonomi dan momentum Ramadan hingga Lebaran 2026.(iqbal)







Comment