Karena takut ancaman tersebut benar-benar dilakukan, WR akhirnya terpaksa melepaskan bayinya. Terduga pelaku kemudian membawa bayi itu menuju kendaraan umum jenis bus yang melintas di sekitar lokasi, diduga mengarah ke jalur Salawu menuju Garut.
Korban sempat berniat mengejar hingga ke dalam bus, namun mengurungkan niatnya lantaran khawatir keselamatan sang bayi terancam.
“Saya takut anak saya dilukai, jadi saya tidak berani mengejar,” katanya.
Usai kejadian, WR bersama keluarga sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun tidak menemukan hasil. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Tasikmalaya.
Pendalaman dan Investigasi
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya, IPDA Agus Yusup Suryana, membenarkan adanya laporan dugaan penculikan bayi di wilayah Singaparna.
“Benar, kami menerima laporan dugaan penculikan bayi berusia dua bulan. Pelapor merupakan ibu kandung korban,” jelasnya.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif dan telah membentuk tim khusus untuk mengejar serta mengidentifikasi terduga pelaku.
“Kami sudah membentuk tim untuk pendalaman dan pengejaran pelaku. Mohon doa dan dukungan masyarakat agar bayi dapat segera ditemukan,” pungkasnya.(***)




Comment