Menurutnya, keputusan rehat lebih disebabkan pertimbangan kesehatan. Atas saran suami, ia harus membatasi aktivitas publik dan organisasi. Saat ini Rani bahkan rutin menjalani terapi di Bogor.
“Suami minta saya istirahat dan kondisi saya memang kurang baik. Belum memungkinkan mengikuti kegiatan PKK yang cukup padat,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, membenarkan keputusan tersebut merupakan hasil pembicaraan keluarga.
“Ada kondisi yang membuat aktivitasnya harus dikurangi. Sakitnya lumayan parah, kalau kecapean jadi PR,” ungkapnya.
Diky menyebut, saat ini sang istri lebih banyak beraktivitas di lingkungan yang tenang untuk pemulihan.
“Sekarang lebih banyak di kebun. Udara segar membantu proses penyembuhan,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak TP PKK Kota Tasikmalaya belum memberikan pernyataan resmi terkait tindak lanjut pengunduran diri tersebut.




Comment