“Saya titip, jangan hanya menanam. Pohon harus dipupuk, dirawat, dijaga dari gulma dan penyakit. Filosofinya sama seperti kehidupan manusia, dari ditanam, tumbuh, lalu kelak memberi manfaat,” tuturnya.
Tanam Pohon Berdaya Tahan, Cegah Bencana
Wabup juga mengingatkan agar jenis tanaman yang ditanam memiliki fungsi ekologis kuat, terutama di daerah rawan bencana dan bantaran sungai.
“Tanam pohon yang kuat seperti picung, mahoni, dan kawung. Kawung ini tidak boleh ditebang karena mampu menyimpan air dan menahan tanah. Dengan begitu, potensi bencana akibat kerusakan alam bisa ditekan,” katanya.
Ia mengaku bangga atas peran aktif mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan. Asep berharap gerakan ini terus meluas dengan melibatkan generasi muda sejak dini.
“Yang paling saya banggakan adalah adik-adik mahasiswa sebagai penerus generasi. Ke depan, kesadaran ini harus ditanamkan sejak dini, bahkan melibatkan anak SD, SMP hingga SMA,” tambahnya.
Asep pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi menjaga kelestarian alam melalui semangat Tasik Hejo.
“Terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa. Mari kita jaga hutan, rawat alam, dan pastikan Kabupaten Tasikmalaya tetap hijau, lestari, dan bermartabat untuk masa depan masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.(***)






Comment