News
Home » Berita » Konten Diduga Child Grooming Libatkan Pelajar SMA, Tuai Kecaman Publik di Tasikmalaya

Konten Diduga Child Grooming Libatkan Pelajar SMA, Tuai Kecaman Publik di Tasikmalaya

Diketahui, konten tersebut dibuat pada September 2025. Zara memastikan kondisi J saat ini dalam keadaan baik-baik saja, meski keluarganya berharap persoalan ini tidak semakin membesar.

Taman Jingga Berikan Tanggapan

Sementara itu, di platform media sosial lain, akun Tasikundercover turut mengunggah konten terkait yang memicu diskusi publik lebih luas, tidak hanya di Tasikmalaya tetapi juga secara nasional.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Taman Jingga, Ipa Zumrotul Falihah, menyampaikan keprihatinan dan kecaman keras atas dugaan keterlibatan anak di bawah umur dalam pembuatan konten oleh oknum kreator.

“Saya sangat sedih, prihatin, dan mengecam keras. Setelah saya cermati, ada interaksi orang dewasa yang mengajak anak berseragam sekolah berpura-pura pacaran dengan iming-iming uang,” ujarnya dalam sebuah unggahan di Tasikundercover kamis (22/1/2026).

Ipa menilai, dalam konten tersebut terdapat pola pendekatan dengan membangun kepercayaan terhadap anak demi kepentingan pribadi sebagai kreator. Bahkan, disebutkan adanya interaksi fisik berupa sentuhan pada area pipi.

Kunjungi Kemenbud Bersama Komeng, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Tekankan Efisiensi dan Penguatan Budaya

“Sentuhan fisik dalam bentuk apa pun terhadap anak jelas melanggar hukum,” tegasnya.

Ia menambahkan, peristiwa tersebut diduga melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak serta Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU PPKS) dan harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!