“Seharusnya posisi Kepala Dinas Kesehatan diisi oleh sosok yang mampu membaca urgensi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Potensi PAD Dinilai Terabaikan
Lebih lanjut, Myftah menjelaskan bahwa jika anggaran dialokasikan secara tepat, RSUD Dewi Sartika memiliki potensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan dukungan operasional yang cukup, rumah sakit tersebut dinilai bisa berkembang dan memenuhi syarat menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mandiri dalam kurun waktu tertentu.
Namun, kondisi saat ini dinilai berbanding terbalik dengan harapan tersebut.
GMNU Siap Ajukan Audiensi
Sebagai bentuk tindak lanjut. GMNU Kota Tasikmalaya menyatakan akan segera mengirimkan surat audiensi kepada Dinas Kesehatan untuk membahas persoalan tersebut secara langsung.
Langkah ini diambil guna mendorong adanya solusi konkret agar RSUD Dewi Sartika dapat beroperasi secara optimal. Dan memberikan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Harapan untuk Pelayanan Kesehatan Berkelanjutan
GMNU menegaskan, masyarakat tidak hanya membutuhkan seremoni peresmian atau capaian administratif semata. Melainkan kepastian layanan kesehatan yang dapat diakses dalam jangka panjang.
Jika persoalan anggaran operasional tidak segera diselesaikan. Dikhawatirkan RSUD Dewi Sartika justru akan menjadi simbol kegagalan dalam tata kelola pelayanan publik di Kota Tasikmalaya.











Comment