Berita Tasikmalaya, tasik.id – Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) menargetkan perubahan status menjadi Universitas Islam Tasikmalaya pada tahun 2026. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Rektor IAIT Tasikmalaya, Dr. Ade Zaenul, kepada awak media usai membuka kegiatan IAIT Fest 2026, Senin (2/2/2026).
Dr. Ade Zaenul Mutaqin mengungkapkan, saat ini proses alih status tengah berada pada tahap akhir. Dan dalam waktu dekat pihaknya akan menerima Surat Keputusan (SK) dari kementerian terkait.
“Dalam waktu dekat kita insya Allah akan menerima SK untuk Universitas Islam Tasikmalaya. Alasan kita beralih menjadi universitas karena kita diberikan mandat dan dibolehkan membuka program studi baru di luar keagamaan. Seperti bidang teknik yang akan menjadi prioritas,” ujar Ade Zaenul.
Ia menjelaskan, pembukaan program studi baru tersebut tentu harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia. Khsusnya dosen-dosen yang kompeten di bidangnya. Selain itu, setiap program studi baru juga harus memperoleh persetujuan dari kementerian teknis terkait.
“Ketika ada prodi baru, syaratnya harus disertai dosen-dosen yang kompeten. Itu sedang kita siapkan. Proses perizinan prodi pun tetap harus melalui persetujuan kementerian yang bersangkutan,” jelasnya.
Menurut Ade, proses transformasi IAIT menuju Universitas Islam Tasikmalaya telah berjalan sekitar satu tahun dan sejauh ini berlangsung cukup lancar.
“Prosesnya kurang lebih satu tahunan dan alhamdulillah termasuk lancar. Mohon doa dari semua pihak agar SK dari kementerian segera selesai,” tambahnya.
Sejarah Panjang IAIT Tasikmalaya
Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) secara resmi menggunakan nama tersebut sejak tahun 2021 berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor 1207 Tahun 2021. Sebelumnya. Kampus ini dikenal dengan nama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tasikmalaya sejak tahun 1995, sesuai SK Menteri Agama RI Nomor 315 Tahun 1995.
Lebih jauh ke belakang, lembaga ini bermula dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tasikmalaya yang berdiri sejak tahun 1988 berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor 219 Tahun 1988. Bahkan, cikal bakalnya adalah Fakultas Tarbiyah YPPI Tasikmalaya yang berdiri pada tahun 1974 dan mendapat pengesahan Menteri Agama RI pada tahun 1975.
Seiring perkembangan regulasi pendidikan tinggi Islam, institusi ini terus beradaptasi, mulai dari penyelenggaraan program Sarjana Muda hingga Program Sarjana (S1), serta pembukaan berbagai program studi baru.
Perkembangan Program Studi
Sejak membuka program S1 pada tahun 1988, kampus ini awalnya hanya memiliki satu jurusan, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI). Pada tahun 1995, seiring perubahan status menjadi STAI, dibuka jurusan Akhwal al Syakhsyiyyah (AS/Syari’ah).




Comment