News
Home » Berita » Hujan Ekstrem Picu Kerusakan Bronjong Sungai Ciputrahaji, BBWS Citanduy Lakukan Evaluasi

Hujan Ekstrem Picu Kerusakan Bronjong Sungai Ciputrahaji, BBWS Citanduy Lakukan Evaluasi

Dari sisi hidrologi, curah hujan ekstrem menyebabkan infiltrasi air secara masif ke lapisan tanah dasar. Kondisi ini meningkatkan tekanan air pori dan menurunkan kuat geser serta daya dukung tanah. Selain itu, derasnya aliran permukaan memicu gerusan di kaki konstruksi.

Secara geoteknik, tanah dasar di lokasi diketahui memiliki daya dukung relatif rendah. Situasi ini diperparah dengan terjadinya penurunan diferensial (differential settlement) pada area terdampak.

Adapun dari sisi gaya hidrodinamis, peningkatan debit aliran sungai menimbulkan tambahan gaya dorong horizontal, peningkatan tekanan air pori di belakang struktur, serta gaya angkat (uplift pressure) pada dasar bronjong.

Kombinasi kejenuhan tanah, beban konstruksi, peningkatan debit aliran, serta gerusan pada kaki struktur mengakibatkan deformasi dan penurunan pada pasangan bronjong.

Rahmat menambahkan, kejadian ini dipengaruhi faktor eksternal berupa cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang berada di luar kondisi normal perencanaan teknis.

Pemkot Tasikmalaya Hadapi Tantangan Internal, Pengamat Tekankan Harmoni Kepemimpinan

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga Maret 2026. Hujan berintensitas tinggi yang disertai kilat dan angin kencang dinilai dapat meningkatkan risiko banjir, genangan, hingga tanah longsor, terutama di wilayah rawan.

Saat ini, BBWS Citanduy tengah melakukan langkah penanganan awal serta evaluasi lanjutan guna menentukan metode perbaikan yang tepat. Sekaligus mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!