Ia juga mengungkapkan bahwa warga Lewosari secara rutin mampu melaksanakan pemotongan empat ekor sapi kurban setiap Idul adha dari hasil kebersamaan dan swadaya masyarakat.
Kebersamaan Kunci Membangun Lingkungan Mandiri
Diky menilai, kekuatan utama warga Lewosari terletak pada kekompakan dan komunikasi yang terjalin baik antarwarga. Ia pun mengambil hikmah bahwa rasa syukur tidak hanya diucapkan lewat kata-kata.
“Syukur itu bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah, tapi bagaimana kita memanfaatkan akal yang Allah karuniakan dengan baik dan benar. Selain belajar, bekerja dan berdoa, kita juga harus menjaga komunikasi dan silaturahmi,” katanya.
Ia menambahkan, kebersamaan menjadi kunci dalam membangun lingkungan yang kuat dan mandiri.
“Sekuat apa pun satu orang, tidak akan lebih kuat dari seratus orang yang mungkin biasa saja, tetapi kompak dan bersatu dalam menjalankan segala sesuatu atas nama kebaikan,” pungkasnya.
Kegiatan pengajian dan bazar gratis ini pun menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat di Kota Tasikmalaya masih terjaga dengan baik. Gerakan “Urunan Sauyunan” di Lewosari diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun kemandirian dan solidaritas sosial.(***)






Comment