Diky juga mendorong agar pemerintah menghadirkan ruang-ruang ekspresi yang lebih inklusif bagi generasi muda, termasuk bagi penyandang tuna netra. Dengan begitu, kreativitas mereka dapat tersalurkan melalui berbagai kegiatan yang positif dan produktif.
Ia menegaskan pentingnya penyediaan fasilitas ramah disabilitas. Sekaligus mendorong keterlibatan aktif anak muda dalam kegiatan literasi di Kota Tasikmalaya.
Sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Diky mengusulkan sejumlah program literasi kreatif, seperti lomba membaca dan menulis bertema Kota Tasik, penguatan komunitas literasi, hingga produksi film berbahasa Sunda.
Program-program tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kembali budaya membaca di tengah masyarakat sekaligus membangun generasi yang lebih cerdas, kreatif, dan berdaya saing di era digital.








Comment