“Sekitar setengahnya mendapatkan ayam yang masih terlihat merah. Bahkan saya sempat bertanya ke sekolah lain, keluhannya hampir sama,” tuturnya.
Selain itu, pada hari berikutnya, pengiriman MBG kembali dikeluhkan karena tidak tepat waktu.
Wahab berharap, jika permasalahan terus terjadi, distribusi MBG dapat kembali ditangani oleh dapur sebelumnya di wilayah Sundakerta. Bukan oleh dapur SPPG Kudadepa yang saat ini dikelola Yayasan Abu Bakar Ash Siddiq Al-Khairiyyah.
Sebagai bentuk permohonan maaf atas kejadian tersebut, pihak dapur MBG Kudadepa mengganti menu makanan pada hari berikutnya dengan makanan ringan.
“Menu kemarin diganti jadi keringan, ada dua roti, susu ultra full cream, dan jeruk,” ujar salah satu siswi SMP Negeri 3 Sukahening.(iqbal)











Comment