2. Perluasan akses pasar global, dengan memanfaatkan platform digital serta partisipasi dalam pameran nasional dan internasional.
3. Penguatan permodalan, dengan mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku UMKM agar kapasitas produksi dapat terus berkembang.
Dalam Musrenbang Kecamatan Kawalu ini, arah pembangunan tidak lagi semata-mata berbicara soal infrastruktur fisik seperti jalan atau drainase. Diky Chandra menekankan pentingnya pembangunan yang menyentuh ketahanan ekonomi daerah.
“Jika dikelola secara profesional, Kawalu tidak hanya dikenal sebagai penghasil bordir, tetapi juga sebagai pusat ekonomi kreatif yang menjadi identitas dan kebanggaan Kota Tasikmalaya di mata dunia,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh stakeholder, mulai dari desainer, pelaku UMKM, hingga lembaga perbankan, untuk memperkuat kolaborasi. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang sehat, sehingga produk lokal Kawalu dapat bersaing secara kualitas maupun harga di pasar nasional hingga internasional.




Comment