Wahyu menambahkan, pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan di jalur mudik yang melintasi wilayah Tasikmalaya. Seperti black spot dan trouble spot yang berpotensi menimbulkan kecelakaan atau gangguan lalu lintas.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Tasikmalaya juga menyiapkan tim tanggap bencana yang ditempatkan di beberapa pos pengamanan. Salah satunya di Pos Tapal Kuda Kecamatan Salawu yang dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan sekaligus kawasan rawan bencana alam.
Sementara itu, untuk wilayah selatan Tasikmalaya seperti Cipatujah. Pengamanan dan kesiapsiagaan petugas akan dipusatkan di Pos Pasanggrahan guna mengantisipasi lonjakan pergerakan kendaraan maupun kondisi darurat lainnya.
Di kesempatan yang sama, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Roni Akhmad Sahroni, menyatakan bahwa pengamanan Lebaran merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan terus berkoordinasi dengan Polres Tasikmalaya dan berbagai instansi lainnya untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik, dapat berjalan optimal.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Karena itu koordinasi terus kami lakukan dengan berbagai pihak agar pelayanan kepada masyarakat, terutama para pemudik, bisa berjalan dengan baik,” kata Roni.
Ia menambahkan, sejumlah perangkat daerah juga terlibat langsung dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat Lodaya 2026, di antaranya Dinas Perhubungan, BPBD, dan Satpol PP. Instansi tersebut akan fokus pada pengaturan lalu lintas, penanganan potensi bencana, serta menjaga ketertiban selama masa mudik dan perayaan Idulfitri.
Melalui sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah, diharapkan pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.***






Comment