News
Home » Berita » Putra Wakil Wali Kota Tasikmalaya Lamaran di Surabaya, Diky Chandra Beserta Istri Pilih Sederhana Tanpa Ajudan

Putra Wakil Wali Kota Tasikmalaya Lamaran di Surabaya, Diky Chandra Beserta Istri Pilih Sederhana Tanpa Ajudan

Berita Tasikmalaya, tasik.id – Momen bahagia tengah menyelimuti keluarga Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra. Pada 14 Februari 2026, ia bersama sang istri, Rani Permata, serta putranya Raden Diffa M. Chandra dan calon mantu Putri bertolak ke Surabaya untuk menghadiri acara lamaran keluarga.

Berbeda dari kesan mewah yang kerap melekat pada keluarga pejabat, perjalanan tersebut berlangsung sederhana. Diky dan keluarga berangkat tanpa ajudan maupun pengawalan khusus. Ia menegaskan, prosesi lamaran merupakan urusan pribadi keluarga sehingga tidak perlu melibatkan fasilitas kedinasan.

“Kalau saya ‘malakin’ ASN, mungkin saja acaranya bisa lebih mewah. Tapi saya dan anak saya berkomitmen, lebih baik kecil dari keringat sendiri ketimbang besar tapi menyusahkan orang lain. Terlebih saya pejabat, saya wajib memberi contoh hidup apa adanya,” ungkap Diky.

Rani Permata menambahkan, lazimnya rombongan lamaran datang dalam jumlah besar. Namun demi efisiensi serta atas kesepakatan dengan pihak calon besan, mereka memutuskan berangkat dengan rombongan terbatas.

Kesederhanaan sebagai Tanggung Jawab Moral

Bagi Diky Chandra, kesederhanaan bukan sekadar gaya hidup, melainkan bentuk tanggung jawab moral seorang pemimpin. Ia menilai pola hidup atasan akan sangat memengaruhi bawahannya.

Gurita ASN Mendominasi, Viman–Diky ‘Tersumbat’ Birokrasi

“Kalau pimpinan hidupnya wah dan mewah, anak buahnya bisa ikut-ikutan. Tapi bila pemimpin memberi contoh hidup sederhana dan siap berkorban untuk warganya, InsyaAllah bawahannya juga mengikuti,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan tentang bahaya “aji mumpung”, yakni kebiasaan memanfaatkan jabatan demi kepentingan pribadi. Menurutnya, godaan tersebut bisa datang kepada siapa pun yang tengah memegang posisi penting, baik pejabat publik maupun figur yang sedang populer.

“Yang harus dikasihani itu bila saya memaksakan kehendak dengan memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Kalau itu dilakukan, saya sedang membusukkan diri sendiri, dunia maupun akhirat,” tegasnya.

Tolak Bantuan ASN, Minta Doa

Diky mengaku tidak sedikit ASN yang ingin membantu karena merasa iba melihat kondisinya. Namun ia menolak secara halus dan hanya meminta doa agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar.

Sukses Implementasi 6 Agenda Prioritas Pendidikan, Kota Tasikmalaya Dapat Penghargaan di Jabar

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!