Berita Tasikmalaya, tasik.id – SMAN 1 Kota Tasikmalaya menggelar workshop Sekolah Aman dan Nyaman sebagai upaya penguatan budaya anti-bullying di lingkungan sekolah, Kamis (tanggal menyesuaikan). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan organisasi dan ekstrakurikuler, dengan menghadirkan narasumber Psikolog Dewasa Almira Rachma Hirani, S.Psi., M.Psi., serta Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, S.H., M.H.
Kepala SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Dr. H. Yonandi, S.Si., M.T., mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap situasi generasi muda saat ini yang masih rentan terhadap praktik perundungan, baik secara langsung maupun melalui media digital.
“Workshop ini bukan karena di SMAN 1 ada bullying, bukan. Justru ini adalah penguatan untuk memastikan no bullying. Kami ingin membuktikan bahwa SMAN 1 siap menjadi sekolah ramah anak, aman, nyaman, dan sesuai amanat undang-undang serta kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” ujarnya.
Yonandi menegaskan, pembinaan yang dilakukan tidak bersifat seremonial semata. Workshop dikemas secara interaktif, tidak hanya melalui penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung yang melibatkan siswa secara aktif.
“Hari ini bukan sekadar teori. Siswa akan bekerja kelompok, menyusun skenario, dan menunjukkan kolaborasi mereka dalam kampanye anti-bullying. Anak-anak ingin merasa bermanfaat dan nyaman, dan itu akan dibuktikan lewat karya mereka,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber yang dinilai memiliki kompetensi dan pengalaman kuat di bidangnya. Salah satunya, Epi Mulyana yang berbagi pengalaman nyata terkait penanganan kasus perundungan dan kekerasan terhadap anak.
27 ekstrakulikuler ikut Workshop Anti Bullying
“Pembelajaran terbaik adalah pengalaman. Pak Epi tidak hanya bicara hukum, tapi juga realita yang terjadi di lapangan. Begitu juga Ibu Almira yang kebetulan alumni SMAN 1, beliau berbagi cara pencegahan dan penanganan bullying dari sisi psikologis,” tambahnya.







Comment