Berita Tasikmalaya, tasik.id – Estafet kepemimpinan pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya resmi berganti. Jabatan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) diserahterimakan dalam acara pisah sambut yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Jumat (28/8/2026).
Jabatan KPLP sebelumnya diemban Yadi Suryaman, A.Md.I.P., S.H., M.H. Selanjutnya, posisi tersebut dipercayakan kepada Dhimas Aditya Naraharyya, A.Md.P., S.Tr.Pas., M.M.
Pergantian jabatan tersebut menjadi bagian dari penyegaran sekaligus penguatan tugas pengamanan di lingkungan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya.
Dalam kesempatan itu, Yadi Suryaman menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Lapas Tasikmalaya yang selama ini telah memberikan dukungan serta membangun sinergi selama dirinya menjalankan tugas.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat kekurangan.
“Saya memohon maaf atas segala kekurangan selama bertugas. Dukungan luar biasa dari seluruh rekan-rekan menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas Lapas Tasikmalaya,” tutur Yadi.
Dhimas Fokus Perkuat Deteksi Dini
Sementara itu, KPLP Lapas Kelas IIB Tasikmalaya yang baru, Dhimas Aditya N, menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan sekaligus memperkuat sistem keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Salah satu fokus yang akan dilakukan yakni memperkuat deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).
“Kami berkomitmen meningkatkan kedisiplinan petugas, memperketat pengawasan, serta mempererat sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Tasikmalaya,” tegas Dhimas.
Menurutnya, penguatan keamanan tidak hanya membutuhkan kedisiplinan petugas, tetapi juga koordinasi dan sinergi yang baik dengan berbagai pihak.
Diky Chandra Soroti Komunikasi dan Kreativitas
Acara pisah sambut dan sertijab tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra.
Dalam kesempatan itu, Diky memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Yadi Suryaman selama bertugas di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya.
Menurut Diky, keberhasilan dalam memberikan pengayoman kepada warga binaan tidak hanya ditentukan oleh aspek keamanan, tetapi juga pola komunikasi serta pendekatan yang kreatif.
“Pak Yadi punya kedekatan luar biasa dengan masyarakat dan instansi lain. Kuncinya ada pada komunikasi yang terbuka serta ruang kreativitas. Kita lihat sendiri bagaimana warga binaan bisa berdaya, seperti dilatih membuat kopi dan keterampilan lainnya,” ungkap Diky.
Diky berharap pola pembinaan yang telah berjalan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan oleh kepemimpinan yang baru.






Comment