Selain itu, RS Jasa Kartini juga terus mengembangkan transformasi digital dalam pelayanan kesehatan. Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah integrasi sistem rumah sakit dengan platform kesehatan nasional Satu Sehat.
“Kami sedang mengembangkan digitalisasi layanan. Sistem administrasi sudah menuju paperless, sehingga memudahkan pasien karena data pelayanan sudah terhubung secara digital,” katanya.
Dengan sistem tersebut, berbagai layanan menjadi lebih efisien, termasuk dalam proses pemesanan obat.
“Misalnya untuk order obat sudah tidak perlu lagi menggunakan kertas. Pasien tinggal menunggu di apotek,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pemasaran RS Jasa Kartini Ai Uuh M., Amd.Kep., SH menyebutkan bahwa perayaan HUT ke-29 RSJK diisi dengan 13 kegiatan yang melibatkan berbagai unsur internal rumah sakit maupun masyarakat.
Selain fokus pada peningkatan layanan, RSJK juga tetap berkomitmen membantu masyarakat yang mengalami kendala administrasi kesehatan, termasuk peserta BPJS kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang statusnya tidak aktif.
“Kami membantu melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan BPJS Kesehatan. Kalaupun tidak berhasil, kami tetap melayani pasien tersebut. Itu sudah menjadi prinsip kami,” pungkasnya.(iqbal)






Comment