Di bidang Matematika, Sains, dan Teknologi, penelitian berfokus pada kajian biologi, kimia, serta kesehatan. Pendekatan yang digunakan tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif untuk mendukung kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, pada bidang Ilmu Sosial Humaniora, siswa meneliti isu psikologi pendidikan, bahasa, hingga seni dan budaya. Hal ini menunjukkan perhatian terhadap penguatan karakter, literasi, serta identitas budaya di tengah arus globalisasi.
Menariknya, sejumlah penelitian mengusung pendekatan lintas disiplin, dengan menggabungkan teknologi dan lingkungan, sains dan kesehatan, hingga sosial dan pendidikan. Pendekatan ini dinilai mampu menghasilkan solusi yang lebih komprehensif.
Pembina KIR SMA Al Muttaqin, Dede Ahmad Gumelar, M.Pd., menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi antara siswa dan guru pembimbing yang intensif sejak tahap perumusan ide hingga penyusunan proposal.
“Ini adalah hasil kerja kolaboratif. Kami optimistis bisa melangkah lebih jauh hingga tahap final nasional,” ungkapnya.
Dengan lolosnya 22 tim ke tahap review, para siswa akan melanjutkan ke tahapan berikutnya dalam kompetisi OPSI tingkat nasional. Pihak sekolah berharap capaian ini dapat berlanjut hingga final dan meraih prestasi terbaik.
“Semoga ini menjadi energi kebaikan, tidak hanya untuk prestasi, tetapi juga kebermanfaatan yang lebih luas,” pungkas In In Kadarsolihin.(***)











Comment